Saturday, 30 December 2017

Catatan Akhir Tahun 2017

So, 2018 is coming. Ini sebagai catatan investasi saham saya yang baru seumur jagung, aktif beli saham di November 2017. Saya belajar untuk menjadi seorang Value Investor, yang berusaha mencari saham yang bagus tapi salah harga, alias murah.

Berikut beberapa emiten yang masih parkir di portofolio saya sampai tanggal 31 Desember 2017, dan alasan kenapa saya membelinya.

1. BBRI
Beli di harga Rp 3.360,00 ketika BBRI melakukan stock split.
Analisa:
Ekuitas : Rp 158.034.772.000.000,00
Jumlah saham beredar: 123.345.810.000 lembar saham
Maka, Book Value: Rp 1.281,34,-
Market Cap = Rp 3.360 x saham beredar = Rp 414.441.921.600.000,00
Annualized EPS = Rp 838,87 x 4/3 = Rp 1.118,49

PER ketika harga Rp 3.360 = Rp 3.360/Rp 1.118,49 = 3 kali
PBV ketika harga Rp 3.360 = market cap/equity = 2,62 kali
PER x PBV = 7,88 kali
Note: meskipun PBVnya cukup tinggi di 2,62 kali, tapi menurut saya PER x PBVnya cukup murah untuk emiten sekelas BBRI, sambil tunggu deviden tahun depan ^.^ kalau awal tahun ada koreksi kecil, BBRI layak untuk dikoleksi lagi.

2. BNGA
Beli di harga Rp 1.205,00
Analisa:
Ekuitas : Rp 36.586.064.000.000,00
Jumlah saham beredar: 25.131.606.843 lembar saham
Maka, Book Value: Rp 1.455,78,-
Market Cap = Rp 1.205 x saham beredar = Rp 30.283.586.245.815,00
Annualized EPS = Rp 87,42 x 4/3 = Rp 116,56

PER ketika harga Rp 1.205 = Rp 1.205/Rp 116,56 = 10,34 kali
PBV ketika harga Rp 1.205 = market cap/equity = 0,83 kali
PER x PBV = 8,56 kali
Note: PBV BNGA cukup spesial karena masih di bawah 1 kali, sementara BNGA adalah bank buku 4 dimana bank lain yang berada di buku 4 memiliki PBV yang sudah di atas 1 kali. Contohnya BBRI di atas saja sudah 2,62 kali.


3. BJTM
Beli di harga Rp 720,00
Analisa:
Ekuitas : Rp 7.563.352.000.000,00
Jumlah saham beredar: 14.946.299.182 lembar saham
Maka, Book Value: Rp 506,04,-
Market Cap = Rp 720 x saham beredar = Rp 10.761.335.411.040,00
Annualized EPS = Rp 67,70 x 4/3 = Rp 90,27

PER ketika harga Rp 720 = Rp 720/Rp 90,27 = 7,98 kali
PBV ketika harga Rp 720 = market cap/equity = 1,42 kali
PER x PBV = 11,35 kali
Note: BJTM rajin bagi deviden ^.^

4. JPFA
Beli di harga Rp 1.300,00
Analisa:
Ekuitas : Rp 8.984.935.000.000,00
Jumlah saham beredar: 11.410.522.910 lembar saham
Maka, Book Value: Rp 787,43,-
Market Cap = Rp 1.300 x saham beredar = Rp 15.061.890.241.200,00
Annualized EPS = Rp 75,00 x 4/3 = Rp 100,00

PER ketika harga Rp 1.300 = Rp 1.300/Rp 100,00 = 13,00 kali
PBV ketika harga Rp 1.300 = market cap/equity = 1,65 kali
PER x PBV = 21,46 kali
Note: Lo Keng Hong bilang kalau beliau suka membeli saham dengan PER x PBV maksimal 5 kali. Benjamin Graham bilang kalau harga saham PER x PBVnya di atas 22,5x maka sudah termasuk mahal, untuk perusahaan yang sudah mapan dan punya prospek bagus. Jadi JPFA masih boleh lah dibeli, secara kinerjanya masih bagus kok.

5. INDS
Beli di harga Rp 1.260,00
Analisa:
Ekuitas : Rp 2.111.645.589.253,00
Jumlah saham beredar: 656.249.710 lembar saham
Maka, Book Value: Rp 3.217,75
Market Cap = Rp 1.260 x saham beredar = Rp 826.874.634.600
Annualized EPS = Rp 136,32 x 4/3 = Rp 181,80

PER ketika harga Rp 1.260 = Rp 1.260/Rp 181,80 = 6,93 kali
PBV ketika harga Rp 1.260 = market cap/equity = 0,39 kali
PER x PBV = 2,71 kali
Note: Menurut saya sih ini saham udah murah buanget. Fundamental perusahaannya juga masih bagus. 

6. SIDO
Beli di harga Rp 500,00
Analisa:
Ekuitas : Rp 2.737.257.000.000,00
Jumlah saham beredar: 15.000.000.000 lembar saham
Maka, Book Value: Rp 182,48
Market Cap = Rp 500 x saham beredar = Rp 7.500.000.000.000
Annualized EPS = Rp 25,56 x 4/3 = Rp 34,08

PER ketika harga Rp 500 = Rp 500/Rp 34,08 = 14,67 kali
PBV ketika harga Rp 500 = market cap/equity = 2,74 kali
PER x PBV = 40,20 kali
Note: SIDO memang secara perhitungan PER x PBV sudah mahal (di atas 22,5 kali). Saya ambil juga lebih ke spekulasi karena melihat di grafik secara teknikal susah menembus Rp 500. Tapi syukur sampai hari ini SIDO sudah di harga Rp 545. Secara fundamental, SIDO juga masih bagus.

7. TOTL
Beli di harga Rp 680,00
Analisa:
Ekuitas : Rp 963.239.852.000
Jumlah saham beredar: 3.410.000.000 lembar saham
Maka, Book Value: Rp 282,48
Market Cap = Rp 680 x saham beredar = Rp 2.421.100.000.000,00
Annualized EPS = Rp 56,15 x 4/3 = Rp 74,87

PER ketika harga Rp 680 = Rp 680/Rp 74,87 = 9,48 kali
PBV ketika harga Rp 680 = market cap/equity = 2,51 kali
PER x PBV = 23,84 kali
Note: ini salah satu contoh tidak disiplin. PER x PBV di atas 22,5 tapi tetap dibeli dan akhirnya masih merah sampai hari ini.

Semoga tahun 2018 bisa lebih disiplin lagi mengikuti investment plan, terus belajar menambah pengetahuan. Bukan soal mendapatkan profit yang WAH, tapi bagaimana bisa disiplin mengikuti rencana dan mendapatkan profit yang konsisten. 

Lain kesempatan akan saya posting secara lengkap bagaimana saya menganalisa laporan keuangan suatu emiten. Saya masih dalam proses belajar, jadi jika ada masukan atau koreksi dari para mastah, veteran yang jauh lebih berpengelaman, silakan tinggalkan di komentar.

Merry Christmas and Happy New Year 2018.
God Bless Us

DISCLAIMER: postingan saya di sini tidak menjadi referensi siapapun untuk mengambil keputusan berinvestasi saham. Your Money, Your Own Risk.

Update 8 Feb 2018

1. PTBA Buy di Rp 3.140,00 Analisa: Ekuitas : Rp 12.739.652.000.000,00 Jumlah saham beredar: 11.520.659.245 lembar saham Maka, Book...